Siapa yang sangka?


Written on September 25, 2006 – 6:01 pm | by wahya

Karma di dunia ini memang sangat cepat terjadi. Percayalah wahai seluruh umat manusia, jangan pernah sekali - kali engkau melakukan kesalahan dan kenistaan. Jika engkau melakukan kesalahan, cepatlah meminta ampunan Tuhan.

Ada cerita yang mungkin tidak pernah tebayangkan sebelumnya dan terjadi langsung di hadapan mataku. Ahhh bulan ini memang sangat melelahkan. Pikiran - pikiran negatif sebelumnya terus menghantui dan berputar - putar di kepalaku. Rasa curiga mulai bermunculan.

Karena itu, pembuktian - pembuktian pun mulai aku lakukan untuk mengobati rasa penasaran itu. Tapi aahhhhh awalnya tidak ada hasil. Ada lagu yang berjudul "September Ceria". Ternyata tidak semua orang merasakan September Ceria. September penuh dengan pembuktian dan pikiran - pikiran negatif.

Kemudian suatu saat, aku mulai menemukan jalan dan titik terang. Tuhan mulai berbaik hati terhadapku. Dia memberikan petunjuk dan membongkar semua kedok orang yang aku sayangi. SIAPA YANG SANGKA kalau perselingkuhan telah menimpa kami.

Rasa bosan dan jenuh membuat semua ini terjadi. Adanya orang lain yang memberikan perhatian lebih, membuat dia berpaling. Namun SIAPA YANG SANGKA walaupun orang tersebut telah terikat secara duniawi dan disaksikan oleh Tuhan, toh aku masih kecolongan.

Tolong katakan, siapa yang bersalah? Aku atau Dia?

Aku menyadari hidup ini hanya sekali. Kapan lagi aku akan memberikan kesempatan kepada orang yang aku cintai untuk menyampaikan kata maaf.

Tolong doakan kami, semoga bisa melalui semua jalan yang seharusnya kami lalui. Semoga kesalahan - kesalahan dimasa lalu yang pernah kami lakukan, bisa kami perbaiki dan tidak akan kami ulangi lagi.

Tolong ucapakan doa ini :

"Saya mendoakan kalian berdua semoga rukun sampai waktu menjemput!"



  1. 2 Responses to “Siapa yang sangka?”

  2.   By Wira on Sep 25, 2006 | Reply

    Saya mendoakan kalian berdua semoga rukun sampai waktu menjemput!

  3.   By Agus on Sep 29, 2006 | Reply

    idem…
    “Saya mendoakan kalian berdua semoga rukun sampai waktu menjemput!”, kata jiban…

    J

Post a Comment